PENGERTIAN KESEMPATAN KERJA

Kesempatan kerja secara umum diartikan sebagai suatu keadaan yang mencerminkan jumlah dari total angkatan kerja yang dapat diserap atau ikut secara aktif dalam kegiatan perekonomian. Kesempatan kerja adalah penduduk usia 15 tahun keatas yang bekerja atau disebut pula pekerja. Bekerja yang dimaksud disini adalah paling sedikit satu jam secara terus menerus selama seminggu yang lalu
            Esmara (1986 :  134), kesempatan kerja dapat diartikan sebagai jumlah penduduk yang bekerja atau orang yang sudah memperoleh pekerjaan; semakin banyak orang yang bekerja semakin luas kesempatan kerja.
            Sagir (1994 : 52), memberi pengertian kesempatan kerja sebagai lapangan usaha atau kesempatan kerja yang tersedia untuk bekerja akibat dari suatu kegiatan ekonomi, dengan demikian kesempatan kerja mencakup lapangan pekerjaan yang sudah diisi dan kesempatan kerja juga dapat diartikan sebagai partisipasi dalam pembangunan. Sedangkan Sukirno (2000 : 68), memberikan pengertian kesempatan kerja sebagai suatu keadaan dimana semua pekerja yang ingin bekerja pada suatu tingkat upah tertentu akan dengan mudah mendapat pekerjaan.
            Swasono dan Sulistyaningsih (1993), memberi pengertian kesempatan kerja adalah termasuk lapangan pekerjaan yang sudah diduduki (employment) dan masih lowong (vacancy). Dari lapangan pekerjaan yang  masih lowong tersebut timbul kemudian kebutuhan tenaga kerja yang datang misalnya dari perusahaan swasta atau BUMN dan departemen-departemen pemerintah. Adanya kebutuhan tersebut berarti ada kesempatan kerja bagi orang yang menganggur. Dengan demikian kesempatan kerja (employment) yaitu kesempatan kerja yang sudah diduduki.
            Dari definisi di atas, maka kesempatan kerja apat dibedakan menjadi dua golongan yaitu
1.   Kesempatan kerja permanen yaitu kesempatan kerja yang memungkinkan orang bekerja secara terus-menerus sampai mereka pensiun atau tidak mampu lagi untuk bekerja. Misalnya adalah orang yang bekerja pada instansi pemerintah atau swasta yang memiliki jaminan sosial hingga hari tua dan tidak bekerja ditempat lain.
2.   Kesempatan kerja temporer yaitu kesempatan kerja yang memungkinkan seseorang bekerja dalam waktu yang relatif singkat, kemudian menganggur untuk menunggu kesempatan kerja baru. Misalnya adalah orang yang bekerja sebagai pegawai lepas pada perusahaan swata dimana pekerja mereka tergantung order.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik. (2000). Penduduk Indonesia Hasil Sensus Penduduk 2000.   Buku I. Jakarta: BPS.
______. (2001). Indikator Ekonomi. Jakarta: BPS.
______. (2002). Indikator Ekonomi. Jakarta: BPS.
______. (2004). Indikator Kesejahteraan Rakyat (Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2004). Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
______. (2005). Penduduk Indonesia Hasil Sensus Penduduk. Buku I. Jakarta.
______. (2007). Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia. Statistik Indonesia, Jakarta.
Bakir, Zainab dan  Manning,Cris. (1984). Angkatan Kerja Indonesia. Jakarta: Rajawali.
Gujarati, D. (2001). Ekonometrika Dasar. Jakarta: Erlangga.
Esmara, H (1986), Sumber Daya Manusia, Kesempatan Kerja Dan Perkembangan      Ekonomi. UI Press. Jakarta.
Julana, Ima. (2001). Analisis Tingkat Pengangguran di Indonesia Akibat Pengaruh     Tingkat Pengangguran pada Periode yang Lalu. Skripsi (tidak dipublikasikan). FE            Unsyiah, Banda Aceh.
Nanga, Muana. (2005). Makroekonomi: Teori, Masalah dan Kebijakan. Edisi Kedua.   Jakarta: PT. Raja Grafika Persada.
Sagir, Soeharsono (1985), Kesempatan Kerja, Ketahanan Nasional Dan Pembangunan            Manusia Seutuhnya, Alumni Bandung.
Suhartini, S. dan S. Mardianto. 2001. Transfromasi Struktur Kesempatan Kerja Sektor           Pertanian ke Non Pertanian di Indonesia. Agro-Ekonomika No.2 Oktober 2001.       PERHEPI, Jakarta
Sulistyaningsih, E. 1997. Dampak Perubahan Struktur Ekonomi pada Struktur           Kebutuhan Kualitas Tenagakerja di Indonesia, 1980-1990; Pendekatan Input-           Output. Disertasi Doktor, Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Sukirno, Sadono (1981), Pengantar Teori Ekonomi Modern, Edisi 2, PT. Raja Gravindo           Persada. Jakarta.
_______. (2004). Makro Ekonomi. Edisi Ketiga. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
_______.(2005). Makro Ekonomi Modern. Edisi Ketiga. Cetakan Ketiga. Jakarta: PT. Raja        Grafika Persada.
Swasono dan Sulistyaningsih (1993), Pengembangan Sumberdaya Manusia: Konsepsi Makro untuk Pelaksanaan di Indonesia. Izufa Gempita, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar