PENGOLAHAN TANAH UNTUK TANAMAN JAGUNG

Pengolahan tanah merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyediakan tempat tumbuh bagi tanaman jagung, sehingga perakaran tanaman dapat berkembang dengan baik. Dengan demikian absorbsi hara oleh tanaman berlangsung secara optimal. Pengolahan tanah diusahakan agar kondisi air tanah dapat terpelihara dengan baik. Pada tanah-tanah bertekstur berat, pengolahan tanah sebaiknya dilakukan intensif untuk mendapatkan drainase dan aerase yang menunjang pertumbuhan tanaman jagung(Thamrin Bastari,1988).
Pada tanah bertekstur ringan pengolahan tanah secara minimum (minimum tillage) dapat dilakukan untuk menghemat tenaga, waktu dan memanfaatkan ketersediaan air tanah. Setelah tanaman jagung tumbuh kira-kira 4-5 minggu, segera dilakukan pembubunan. Pembubunan, disamping untuk memperbaiki drainase dan aerasi tanah, juga dimaksudkan untuk mengurangi gulma serta untuk menjaga agar tanaman jagung tidak mudah rebah. Pembubunan ini dapat meningkatkan produksi + 50%, dibanding pada pertanaman jagung yang semula hanya diolah pada bagian yang ditanami saja.(Djauhari,1992)
Pada waktu pengelohan tanah, keadaan tanah hendaknya tidak terlampau basah tetapi harus cukup lembab sehingga mudah dikerjakan, dan tidak lengket, sampai tanah menjadi cukup gembur. Pada tanah-tanah berpasir atau tanah ringan tidak banyak diperlukan pengerjaan tanah. Pada tanah-tanah berat dengan kelebihan air, perlu dibuat saluran penuntas air. Pembuatan saluran dan pembumbunan yang tepat dapat menghindarkan terjadinya genangan air yang sangat merugikan bagi pertumbuhan tanaman jagung(Suryanta Effendi,1985)
Pengolahan tanah untuk jagung labuhan harus tepat dan cepat dapat dilakukan karena hujan kadangkala datang lebih awal. Bilamana tidak sempat untuk mengerjakan tanah secara keseluruhan karena waktu tanam mendesak, maka pengerjaan tanah dapat dilakukan hanya pada barisan yang akan ditanami saja sedalam 15 – 20 cm sampai tanah menjadi cukup gembur. Berdasarkan hasil penelitian pada tanah: latosol dan aridosol cara ini memberikan hasil yang tidak berbeda nyata dengan pengerjaan tanah yang biasa(Subandi,1985).
Tanah yang dikehendaki adalah gembur dan subur, kerana tanaman jagung memerlukan aerasi dan pengairan yang baik. Jagung dapat tumbuh baik pada berbagai macam tanah. Tanah lempung berdebu adalah yang paling baik bagi pertumbuhannya. Tanah-tanah berat masih dapat ditanami jagung dengan pengerjaan tanah lebih sering selama pertumbuhannya, sehingga aerasi dalam tanah berlangsung dengan baik(Suprapto HS,1991).
Pengolahan tanah berfungsi
1)      Memperbaiki sturktur tanah,pada tanah berat pengolahan tanah hendaknya dilakukan dengam alat olah yang mampu merobah tanah tersebut menjadi gembur
2)      Pengelohan tanah dapat juga mendorong pertumbuhan mikro dan hara tanaman.
3)      Mencengah hama dalam tanah yang dapat menggnagu pertumbuhan tanamna jagung sesuai dengan kondisi /keadaan tanah.
4)      Mencengah pertumbuhan gulma yang dapat menggangu pertumbuhan tanaman.
Penyiapan lahan untuk tanaman jagung dapat dilakukan dengan tiga cara,yu disebut zero yaitu tanpa olah tanah(TOT) atau zerro tillage,pengolahan tanah minimum,dan pengolahn tanah maksimum(sempurna)(Djauhari,1992).
Pengolahan penyiapan lahan dapat dikerjakan sebagai berikut :
 1.Tanpa olah tanah(TOT)
a.       Pada lahan sawah yang tanahnya ringan.
b.      Cangkullah tanah hanya untuk lubang tanam.
c.       Berikan mulsa untuk memperbaiki aerasi dan menekan gulma.
Sistem TOT dapat dipraktekan pada bekas lahan tebang tebu rakyat intensifikasi(TRI).keuntungan TOT antara lain adalah menekan biaya pengolahan tanah,menekan pertuimbuhan gulma, dan memperpendek waktu tanam.
2 .Pengolahan tanah sempurna(maksimum)
a.       Tanah yang akan diolah tidak terlalu kering /basah sehingga mudah diolah menjadi gembur
-         Lakukan pembajakan tanah sebanyak 2 kali dengan kedalaman 12-20 cm
-         Benamkan gulma dan sisa tanaman,kemudian garulah tanah sampai rata.
-         Biarkan tanah kering angin selama 7-14 hari.
-         Lakukanlah pengolahan tanah paling sedikit 1 minggu sebelum tanam
Tujuan pengolahan tanah secara sempurna adalah sebagai berikut :
-         Memperbaiki tekstur dan struktur tanah
-         Memberantas gulma dan hama dalam tanah
-         Memperbaiki aerasi dan drainase tanah
-         Mendorong aktifitas mikroorganisme tanah
-         Membuang gas-gas beracun dari
3.Pengolahan tanah minimum(minimum tillage)
a.       Terhadap tanah yang peka erosi,mutlak diperlukan usaha-usaha konservasi tanah dan sedikit mungkin dilakukan pengolahan tanah.
b.      Bila waktu mendesak,lakukanlah pengolahan tanah hanya pada barisan tanaman saja dengan kedalaman 15-20 cm.
pengolahan tanah biasanya dilakukan pada awal musim kemarau,yaitu diperkirakan ± 15 hari sebelum tanam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar